Kulwap Urban farming

Hallo selamat petang semuanya..
Salam kenal, nama saya Winartania atau biasa dipanggil Wina dan saat ini aktif di komunitas Bekasi Berkebun/Indonesia Berkebun.

Saya hari ini mau berbagi tentang salah satu hobi saya nih, hobinya berkebun di rumah… Mungkin teman-teman di sini juga sudah ada yang berkebun nanti mungkin bisa sama-sama berbagi yaa…

Kenapa sih harus berkebun? Berkebun itu untuk saya banyak banget manfaatnya.. Selain aktifitas yang menyenangkan dan bisa menambah asupan oksigen di sekitar kita, juga bisa mengurangi stress dan menyehatkan. Hasilnya pun dapat dinikmati keluarga dan bisa mengurangi pengeluaran.

Sekarang saya akan berbagi beberapa metode berkebun rumahan yang saya tahu:
1. Konvensional
Berkebun menggunakan media tanah, bisa dengan cara langsung menanam di tanah, dengan wadah secara horizontal maupun vertical.
2. Hidroponik
Menggunakan air dengan bantuan media rockwoll, cocopeat, sekam bakar, hidroton, pasir malang dan lainnya. Umumnya masih menggunakan nutrisi kimiawi meskipun sekarang sudah banyak penelitian yang menggunakan nutrisi alami.
3. Aquaponik
Kombinasi antara antara hidroponik dan aquakultur dalam satu system yang saling berhubungan.

Lalu apa kaitannya zerowaste dengan aktifitas berkebun? Kaitannya erat banget, dengan berkebun di rumah kita bisa memanfaatkan kompos yang dibuat dari sampah organic, mengurangi belanja di luar yang otomatis akan mengurangi kemasan dan jejak karbon.

Untuk memulai berkebun kita memerlukan media, benih/bibit (nah biasanya suka banyak yang ketuker nih antara benih sama bibit), sinar matahari, air, nutrisi dan kasih sayang tentunya hehe.
Untuk awal-awal bisa dicoba menanam sayuran yang berumur pendek seperti bayam, kangkung, sawi atau tanaman dengan perawatan minim seperti kelor, papaya jepang, atau singkong.

Berkebun juga bisa menjadi salah satu pilihan aktifitas bersama keluarga dan bisa menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya merawat lingkungan, memuliakan tanah dengan merawatnya dan memberi nutrisi pada tanah, karena tanah yang ternutrisi dengan baik akan memberikan hasil yang baik juga untuk lingkungannya.

Dengan menanam sendiri, kita juga bisa lebih yakin dengan sayur yang kita konsumsi, kadang kita nggak tau kalau sayuran yang kita beli mungkin sudah disemprot pestisida, atau bahan kimia lain yang berbahaya untuk kesehatan.

Sebetulnya unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman sudah tersedia di alam, misalnya Natrium untuk pertumbuhan daun dan memperbaiki jaringan yang rusak, Phospor untuk kekuatan akar dan Kalium untuk pertumbuhan buah dan bunga.

Sebaiknya yang ditanam juga bervariasi yaa.. selain sayuran, bisa juga tanam bunga-bungaan yang bisa mengundang lebah dan herba yang aromanya tidak disukai binatang.

Ohya, kita juga bisa manfaatin sisa sayuran yang kita beli untuk ditanam, misalnya daun bawang, mint, bawang, jahe, kunyit, sereh dll karena tempat menyimpanan bumbu yang paling praktis adalah di kebun.. Saya sempet nanem nanas juga dari sampah bonggol nanas yang dibeli di pasar, dan berbuah…

❔Gimana menentukan media tanam yg pas. Kayanya saya salah melulu

❔Mb wina, gmn cara menghilangkan hama, seperti cabuk/belalang/ ulat selain dg cara menanam bunga2an yg relatif lbh cepat namun bersifat alami tnpa kimia sintetis? Metode berkebun apa yg bisa dipilih untuk urban farming yg sama sekali tdk memiliki lahan kosong/tanah krn semua sudah disemen? Masih bisakan untuk berkebun?

❔Mbak, gimana cara mengatasi Ulat yang makan daun yaaa?

Saya stress deh, pohon jeruk daunnya gundul dibabat Ulat..

Padahal, udah tak kasih semprotan bawang putih + Lerak…

Jawaban:

➡Hai mba @⁨Jenny Susanto⁩ saya juga dulu gagal mulu nanemnya, gara-gara pakai media tanam yang sudah jadi. Setelah nyoba beberapa kali, ternyata yang efektif adalah campuran tanah, pupuk kandang/kompos dan sekam bakar/cocopeat 1:1:1

➡Sama kaya manusia, kebutuhan tanaman juga beda-beda, ada yang lebih cocok pakai sekam, ada yg cocopeat

➡Bisa pakai pestisida nabati mba, bisa dengan bawang putih yang dihaluskan lalu endapkan semalaman, saring dan besoknya diencerkan dengan air 1 tutup botol dengan 1 liter air lalu disemprotkan ke tanaman. Bisa juga dengan daun samiloto atau tembakau

Selama ini saya biarin aja mba kalau ada ulat, nanti biasanya tumbuh tunas-tunas baru

Rajin dipupukin aja mba.. nanti ada masanya ulat2 itu pergi dan jadi kupu-kupu hehe.. Atau kalau sempat bisa diambilin ulatnya mba

Enaknya pindahin ke mana ya ulatnya kalo enggan membunuh mereka?

❔Mba ini takarannya (pestisida nabati,ed) gimana?

Tuk daun mint bagaimana dr batang yg dibeli dswalayan krn seringkali ketika dipindahkan ke air atau tanah mati

❔ jeruk nipis /jeruk baso klao di papua bilangnya, daunnya putih2, banyak rumah semut merah, ganggu bgt bikin buahnya bopeng2, tu gimana ya

❔Ini komposisinya berlaku utk semua tanaman?

Jawaban

➡Pindahin ke wadah trus dikasih makanan daun2 sampe jadi kupu2

❔Mba wina, salam kenal. Untuk pupuk kandang, misal ambil dari kotoran kambing, itu bisa langsung dipakai kah? Terima kasih

📜♡(∩o∩)♡ knp ga kepikir dr dulu yaaa

Jawaban:

➡3 siung bawang putih/ 3 sdm tembakau/ segenggam daun sambiloto.. Saya kalau lagi males suka beli jamu paitan mba, trus diencerin dan semprot ke tanamannya

➡Bisanya kalau baru masih panas dan malah bahaya untuk tanaman, kotoran kambing/sapi sebaiknya didiamkan dulu atau difermentasi dulu sampai tidak berbau.. Bisa didiamkan saja, atau semprot decomposter

📜 Biasanya ga jadi ( kupu) mba..anakku ga berhasil mulu (kalau ulat dipindahkan)

➡⁩ komposisi 1:1:1 biasanya pas untuk tanaman sayur

➡ Kalau mint, pilih batang yang warnanya sudah keunguan mba, potong kira2 15cm, sisakan 4-6 daun teratas

Iklan